Tujuh Langkah menjadi
Pengiman Kristus
Pdt. Dr. Jove A, Wungow, MD, PhD.
Penulis Jove A Wungow adalah seorang pendeta yang ditahbiskan oleh Gereja Alkitab Anugerah Indonesia dan oleh lembaga misi Things To Come Mission. Pada tahun 1982 ia lulus sebagai Dokter dari Universitas Sam Ratulangi Manado, dan tahun 1987 ia memperoleh gelar Spesialis Klinis Neurologi dari Universitas Airlangga, Surabaya. Ia menerima penghargaan Nasional di tahun 1998 sebagai Konsultan Spesialis Neurologi. Pada tahun 2024 ia lulus sebagai Doktor Pendidikan, PhD, dari Liberty University, Virginia, AS.

Langkah 1
Mengenal Kristus
Langkah pertama ini adalah tahap mengenal makna kematian Kristus di kayu salib. Penyaliban Kristus terjadi di Yerusalem 2.000 tahun yang lalu. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Kristus memiliki kuasa untuk menghapus dosa Anda dan dosa saya, sehingga kita dapat dibenarkan di hadapan Allah.
Rasul Paulus berkata, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21).
Kita semua telah berdosa dan pantas untuk mati. Namun, melalui kematian-Nya di kayu salib, Kristus menyatakan kuasa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita termasuk semua konsekuensi dari pelanggaran dosa kita. Mengapa? Karena Allah mengasihi kita. Rasul Paulus berkata, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).
Lebih dari itu, melalui salib-Nya Kristus telah menyembuhkan kita dari penyakit dosa sehingga kita dipulihkan untuk hidup dalam kebenaran. Rasul Petrus berkata, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, beroleh hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Petrus 2:24).
Oleh karena itu, melalui Kristus dan kematian-Nya di kayu salib, kita diberi peluang dan kesempatan untuk diselamatkan dari hukuman dosa dan kematian kekal di neraka. Rasul Paulus berkata, “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Korintus 15:3-4).
Namun, bagaimana caranya kita dapat diselamatkan dari hukuman dosa dan kematian kekal di neraka?

Langkah 2
Pahami Kasih Kristus
TUHAN Yesus mengasihi Anda dan memiliki rencana untuk masa depan Anda! Ia berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [Yesus Kristus], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
TUHAN Yesus juga ingin Anda memiliki hidup yang bermakna dan berkelimpahan. Ia berkata, “Aku datang, supaya mereka memperoleh hidup, dan memperolehnya dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10).
Kenapa TUHAN mengasihi kita?
Kita manusia mesti sadari ada masalah besar diantara kita dan TUHAN. Semua manusia, termasuk Anda & saya, dinilai oleh TUHAN sebagai Orang Berdosa. Rasul Paulus berkata, “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Akibatnya, kita manusia mengalami kematian, yaitu kematian rohani dan keterpisahan dari TUHAN. Rasul Paulus berkata, “Sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).
Jadi, masalah besar yang telah memisahkan kita dari TUHAN—yakni dosa kita. Dan, kitapun tidak dapat menyelesaikan masalah dosa itu, serta tidak memiliki kuasa untuk menghapus dosa kita sendiri. Tidak ada cara lain bagi kita untuk diselamatkan kecuali melalui TUHAN Yesus yang berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Langkah 3
Keputusan Pribadi
Setelah mengenal Kristus, Anda memahami bahwa kematian Kristus di kayu salib adalah pengorbanan untuk menebus dosa manusia, termasuk dosa Anda sendiri. Bagaimana reaksi Anda? Apakah Anda bersukacita dan memutuskan untuk menerima anugerah dari TUHAN ini?
Jika demikian, teruslah pahami bahwa kasih karunia TUHAN telah diberikan kepada Anda sehingga melalui kematian Kristus di kayu salib, TUHAN memulihkan hidup Anda ke status yang baru—yaitu sebagai pribadi yang telah ditebus dan dibenarkan di hadapan TUHAN.
Untuk itu, Anda perlu mengambil keputusan menerima Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat Anda. Dengan keputusan ini, Anda memahami dan mengakui bahwa pengorbanan-Nya di kayu salib adalah satu-satunya jalan bagi Anda untuk diselamatkan dari hukuman dosa. Alkitab berkata, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kisah Para Rasul 16:31).
Selain itu, jika Anda memutuskan untuk percaya kepada Kristus, Anda perlu memastikan bahwa dengan percaya kepada Kristus, Anda secara sadar menerima anugerah Hidup Kekal yang TUHAN Yesus berikan kepada siapa pun yang percaya kepada-Nya. Kristus berkata: “Sesungguhnya, barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia beroleh hidup yang kekal dan tidak akan dihukum, sebab ia telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup (Yohanes 5:24).

Langkah 4
Menerima Kristus
Langkah menerima Kristus ini meliputi (1) Tahap Pengakuan, yaitu mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah TUHAN, dan (2) Tahap Iman, yaitu meyakini sepenuhnya bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Rasul Paulus berkata, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9-10).
Oleh karena itu, jika Anda memutuskan untuk percaya dan menerima Kristus, lakukan empat hal berikut ini:
- Akuilah bahwa diri Anda adalah orang berdosa.
- Mohonlah pengampunan dari TUHAN dan bersedialah untuk berpaling dari dosa-dosa Anda..
- Percayalah bahwa Kristus telah mati di kayu salib untuk menebus Anda
- Katakanlah pada TUHAN Yesus bahwa anda menerima Dia menjadi TUHAN dan Juruselamat pribadi anda.
Anda dapat menggunakan DOA untuk menerima Kristus. seperti dicontohkan sebagai berikut:
“Ya, Tuhan Yesus, aku tahu bahwa aku adalah orang berdosa, dan aku mohon pengampunan-Mu sekarang. Aku percaya bahwa Engkau telah mati di kayu salib untuk dosa-dosaku dan telah bangkit kembali dari antara orang mati. Aku memutuskan untuk percaya dan mengikuti-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Bimbinglah hidupku untuk melakukan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.”

Langkah 5
Bersyukur karena Kristus
Setelah menerima dan mengakui Kristus, ungkapkan iman dan rasa syukur Anda setiap hari kepada TUHAN Yesus melalui lima pernyataan syukur berikut ini:
- Bersyukurlah karena TUHAN telah mengasihi dan menyelamatkan Anda. Alkitab berkata: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Efesus 2:8).
- Bersyukurlah karena TUHAN telah menebus segala hukuman atas dosa-dosa Anda. Alkitab berkata, “Dia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran; oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Petrus 2:24).
- Bersyukurlah karena TUHAN Yesus telah mendaftarkan nama Anda di surga. TUHAN Yesus berkata dalam Injil Lukas 10:20, “Bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga“
- Bersyukurlah karena TUHAN Yesus telah memberikan Hidup Kekal kepada Anda yang percaya kepada-Nya. Kristus berkata, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yohanes 10:28).
- Bersyukurlah karena TUHAN Yesus telah memberi hak dan kuasa kepada anda untuk dilahirkan baru secara spiritual menjadi anak Allah. Alkitab berkata dalam Yohanes 1:12, “Semua orang yang menerima Kristus, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya“.

Langkah 6
Berperilaku Baru
Ketika kita menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamat kita, kita menerima Roh Kudus. Dan melalui kuasa Roh Kudus, kita alami kelahiran baru secara rohani dan perilaku kita bertumbuh dan diperbarui. Rasul Paulus berkata, “Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:5).
Setelah menjadi Pengiman Kristus, kita menerima kuasa Roh Kudus yang melahirkan kembali diri kita secara rohani. Rasul Petrus berkata, “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal” (1 Petrus 1:23).
Selain dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, kita pun diberikan hak dan kuasa oleh Roh Kudus untuk menjadi anak-anak Allah. Alkitab dalam Yohanes 1:12 mengatakan, “Tetapi semua orang yang menerima Kristus diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
Untuk itu, Rasul Paulus menasihati:
- “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17).
- “Kenakanlah manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (Efesus 4:24).
- “Karena itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, manusia batiniah kami terus-menerus dibaharui dari sehari ke sehari” (2 Korintus 4:16).
Sebagai anak-anak Allah yang telah Lahir Baru, kita dinasihatkan agar menghentikan kebiasaan buruk dan perilaku lama kita.
- “Karena itu, tanggalkanlah dirimu yang lama, yang binasa oleh hawa nafsu yang menyesatkan, dan hendaklah kamu dibaharui dalam roh dan pikiranmu” (Efesus 4:22-23).
- “Kenakanlah manusia baru yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:10).
Selain itu, jika hidup kita bertumbuh dalam kasih dan kekudusan Kristus, maka kita akan siap dipakai oleh Allah menjadi pekerja-pekerja-Nya untuk melaksanakan misi TUHAN yang mulia.
- “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia” (2 Timotius 2:21).
- “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Korintus 7:1).
Selanjutnya, kehidupan kita yang baru akan bertumbuh terus di dalam Kristus, dan diarahkan untuk menjadi kuat dan mendewasa dalam iman kepada TUHAN.
- “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:10-12).
- “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu” (Efesus 6:13).

Langkah 7
Sebarkan Firman Kristus
Mengapa penting bagi kita untuk menyebarkan Firman Kristus? Hal ini karena TUHAN Yesus memberikan misi kepada kita supaya berperan sebagai ‘Terang Dunia’. Kristus berkata: “Kamu adalah terang dunia” (Matius 5:14).
Rasul Paulus juga berkata, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Allah. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang” (Efesus 5:8).
Apa artinya setiap Pengiman Kristus disebut sebagai ‘anak-anak terang‘ atau ‘terang dunia‘?
Ini berarti bahwa Pengiman Kristus itu memiliki tugas mulia dari Tuhan, yaitu membawa Terang Injil kepada orang lain. Injil Kristus itu adalah Firman Allah yang berkuasa menyelamatkan manusia. Karena itu Rasul Paulus berkata: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16).
Jadi, siapa pun yang mendengar dan menerima Terang & Firman Kristus, maka pada gilirannya iman mereka akan bertumbuh dengan sendirinya. Dan melalui iman mereka kepada Kristus, mereka diselamatkan dari dosa dan kematian. Alkitab berkata: “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17). “Iman timbul dari Injil” (Filipi 1:27).
Akan tetapi, mustahil bagi siapa pun untuk diselamatkan jika mereka sendiri belum pernah mendengar tentang Kristus. Untuk mengatasi hal ini, Rasul Paulus memberikan arahan dengan berkata: “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada Kristus, jika mereka tidak percaya kepada-Nya? Bagaimana mereka dapat percaya kepada-Nya, jika mereka tidak pernah mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka dapat mendengar tentang Dia, jika tidak ada seorang pun yang memberitakan tentang Dia?” (Roma 10:14).
Oleh karena itu, sebagai pemecahannya maka setiap Pengiman Kristus dipanggil agar menyebarkan berita tentang Kristus kepada orang lain disekitarnya. Rasul Paulus berkata: “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran” (2Timotius 4:2).
Berikut ini adalah contoh Firman Kristus yang dapat digunakan oleh Pengiman Kristus untuk di-share dan disampaikan kepada orang lain:
- Gunakan ayat Alkitab dari Matius 11:28, yang berisikan undangan Tuhan Yesus bagi setiap orang. Tuhan Yesus berkata: : “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Sampaikan perkataan Kristus ini kepada orang lain, termasuk keluarga, teman, bahwa dengan ayat ini Kristus mengundang mereka untuk datang dan percaya kepada Kristus.
- Ajaklah orang lain untuk percaya kepada Kristus dan ikuti Firman Kristus dalam Yohanes 14:1, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku., “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.“.
- Yakinkan orang lain bahwa jika mereka percaya kepada Kristus, mereka akan memperoleh hidup kekal sesuai dengan perkataan Kristus dalam Yohanes 5:24, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia beroleh hidup yang kekal dan tidak akan dihukum, sebab ia telah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
- Lebih lanjut, jika perlu, Anda dapat menggunakan ayat-ayat Alkitab lainnya yang tersedia disini pada halaman berikut dalam artikel “Tujuh Langkah Menjadi Pengiman Kristus” ini.
Empat Anugerah Tuhan Bagi Pengiman Kristus

Hadiah 1
Bebas Dari Maut
Hadiah Bebas Dari Maut ini dianugerahkan oleh TUHAN Yesus hanya kepada setiap Pengiman Kristus.
- Penganugerahan hadiah ini merupakan solusi TUHAN bagi manusia yang telah berdosa dan yang berada dalam kuasa maut sebagaimana dikatakan dalam Alkitab: “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23).
- Pada dasarnya Manusia tidak berkuasa menghapus dosa-dosanya, dan juga tidak berkuasa menyelamatkan dirinya dari maut. “Sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).
- Hanya TUHAN Yesuslah yang berkuasa menyelamatkan mausia dari maut serta berkuasa memberikan hidup yang kekal bagi yang percaya padaNya. TUHAN Yesus berfirman: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” (Yohanes 8:51).

Hadiah 2
Lahir Baru
Penganugerahan Kelahiran Baru ini dilakukan oleh Roh Kudus pada saat seseorang menerima Kristus dan memutuskan diri untuk menjadi Pengiman Kristus.
- Setelah menjadi Pengiman Kristus, kita menerima kuasa Roh Kudus yang melahirkan kembali diri kita secara rohani. Rasul Petrus berkata, “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal” (1 Petrus 1:23).
- Melalui kuasa Roh Kudus, kita dilahirkan kembali secara spiritual, dan hidup kita diperbarui. Rasul Paulus berkata, “Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:5).
- Sehubungan dengan Kelahiran Baru yang kita terima dari Roh Kudus, kita diangkat menjadi anak-anak Allah. “Semua orang yang menerima Kristus, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12).

Hadiah 3
Pasti Hidup Kekal
Pemberian Kepastian Hidup Kekal ini diberikan secara langsung oleh TUHAN Yesus kepada Pengiman Kristus yang sejalan dengan penganugerahan Kelahiran Baru oleh Roh Kudus yang menjadikan semua Pengiman Kristus menjadi anak-anak Allah. Perhatikan perkataan dalam firman TUHAN Yesus sebagai berikut:
- “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Yohanes 5:24).
- “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
- “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yohanes 10:27-28).

Hadiah 4
Terdaftar Di Sorga
Hadiah Terdaftar Nama Di Sorga ini terkait erat dengan status kepemilikan Jaminan Hidup Kekal dan Hak untuk menjadi anak-anak Allah yang dimiliki oleh setiap Pengiman Kristus.
- Pemberian ini berdasarkan pada Firman Kristus yang mengatakan: “Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga” (Lukas 10:20).
- Sukacita iman ini juga merupakan sukacita karena Roh Kudus telah melahirkan kita kembali dan memberikan kita “pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:5).
- Begitu pula sukacita Terdaftar Nama Di Sorga ini adalah sukacita yang berkaitan dengan status Kelahiran Baru yang kita terima dari Roh Kudus, yang menjadikan kita “Anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12).
- Dengan nama kita yang Terdaftar Di Sorga, kita secara otomatis disebut sebagai anggota keluarga sorgawi, seperti yang dikatakan Rasul Paulus, “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20)

Karakter Hidup Pengiman Kristus
Karakter hidup seorang Pengiman Kristus (Believer of Christ) sangat berbeda dengan karakter anti-Kristus (anti-Christ). Dalam skema berikut ini, digambarkan 4 karakter (A, B, C, D).
Karakter A & B tergolong pada karakter Pengiman Kristus, sedangkan karakter C & D tergolong pada karakter anti-Kristus. Apa yang berbeda?
Posisi kehidupan Pengiman Kristus letaknya pada 2 jalur, yaitu A (Pecinta Ibadah) atau B (Pecinta Sesama), dan bukan pada jalur C atau D.
Karakter seorang Pengiman Kristus A & B adalah sama arahnya yakni berfokus hanya pada Kristus TUHAN (lihat sudut kanan atas dari skema).
Sebaliknya, karakter seorang Anti-Kristus C & D arahnya berfokus hanya pada Setan (lihat sudut kiri bawah dari skema). Selanjutnya, ikuti penjelasan berikut dengan skema di bawah ini.
Pecinta Kristus

Karakter A
Karakter A ini disebutkan sebagai Pecinta Kristus. Lihat jalur A yang mengarah pada titik Kristus ke sudut kanan atas dari skema. Dengan karakter ini Pengiman Kristus menunjukkan keaktifannya dalam beribadah, berdoa, bersekutu bersama dalam gereja dan persekutuan rohani orang-orang percaya Kristus.
Alkitab melaporkan model kegiatan ibadah Pengiman Kristus dalam Kisah Para Rasul 2:42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Berikut ini instruksi Alkitabiah menunjang pengembangan karakter Pecinta Ibadah:
- “Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai” (Mazmur 100:2).
- “Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1Timotius 4:7-8).
- “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibrani 10:25).
- “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1Korintus 15:58).
- “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1Yohanes 1:7).
- “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” (Efesus 6:18).
Pecinta Sesama

Karakter B
Karakter B ini disebutkan sebagai Pecinta Sesama. Lihat jalur B yang mengarah pada titik Kristus ke sudut kanan atas pada skema. Dengan karakter ini Pengiman Kristus menunjukkan ciri kemanusiaan berperilaku baru, yang tidak mementingkan diri sendiri tetapi peduli dan menghargai sesama. Perilaku Pengiman Kristus didasarkan pada Firman Kristus dalam Yohanes 13:34, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”
Karakter Pecinta Sesama dicirikan oleh sifat dan kemauan untuk membangun, membantu, dan menolong orang lain. Pedoman Alkitab berikut ini mendukung pengembangan hubungan interpersonal yang saling membangun antara sesama orang percaya:
- “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan” (Filipi 2:1).
- “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan” (1Tesalonika 5:11).
- “Janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki” (Galatia 5:26).
- “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun” (Roma 14:19).
- “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32).
- “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” (Ibrani 10:24).
- “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10
Pecinta Diri

Karakter C
Karakter C Ini bukan karakteristik dari seorang Pengiman Kristus. Karakter C ini disebutkan sebagai Pecinta Diri. Lihat jalur C yang mengarah pada titik Setan di sudut kiri bawah dari skema.
Karakter Pecinta Diri atau Egois ini cenderung berperilaku sebagai pembenci sesama yang bertentangan dengan Firman Kristus yang mengatakan “Kasihilah sesamamu manusia”.
Karakter ini ditandai dengan rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan dan terlalu sibuk memenuhi kebutuhan dan keinginan sendiri. Mereka sering menunjukkan sifat-sifat seperti kesombongan dan kurangnya empati terhadap kebutuhan orang lain. Mereka cenderung membenci kritik atau saran dari orang lain.
Karakter ini cenderung berfokus terutama pada diri mereka sendiri yang membanggakan kemampuan mereka sendiri dengan rasa superioritas. Mereka sering mendominasi percakapan dan diskusi, dan percaya bahwa mereka lebih unggul daripada orang lain dalam beberapa hal, baik dalam keterampilan, kecerdasan, atau prestasi.
Mereka mengalami kesulitan memahami perasaan orang lain dan bahkan tidak menghargai pendapat orang lain, sebaliknya mencari pujian atau secara aktif mencari alasan untuk menerima pujian dari orang lain. Selain itu, Alkitab menyatakan beberapa sifat Pecinta Diri ini antara lain:
- “Manusia mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka membual dan menyombongkan diri, mereka menjadi pemfitnah, mereka berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama” (2Timotius 3:2).
- “Mereka tidak hidup secara rohani tetapi menuruti keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan Roh Kudus” (Galatia 5:17).
Pecinta Setan

Karakter D
Karakter D Ini bukan karakteristik dari seorang Pengiman Kristus. Karakter D ini disebutkan sebagai Pecinta Setan. Lihat jalur D yang mengarah pada titik Setan di sudut kiri bawah dari skema.
Ciri-ciri Pencinta Setan disebutkan dalam Alkitab sebagai seorang pembohong, pembenci, pelaku kejahatan, mafia, teroris, dan pembunuh sesama manusia. Tuhan Yesus menegur para Pencinta Setan di Yerusalem yang ingin membunuh-Nya, dengan berkata dalam Yohanes 8:44, “Iblis adalah bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Jika ia berkata dusta, ia berkata atas kemauannya sendiri, karena ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”
Para pencinta Setan adalah orang-orang yang sangat aktif melakukan kejahatan, kekerasan, dan kekejaman. Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 3:8, “Setiap orang yang terus berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Itulah sebabnya Anak Allah datang, supaya Ia membinasakan pekerjaan-pekerjaan Iblis itu.“
Selain itu, karakter Pecinta Setan ini memiliki nafsu satanik atau Kerasukan Setan. Alkitab berkata mereka dikuasai oleh keinginan setan dan nafsu kedagingan termasuk: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora” (Galatia 5:19-21).
Beberapa peneliti melaporkan bahwa Pecinta Setan biasanya mengalami fenomena dan Sindrom Iblis, terutama setelah mereka aktif mengikuti ritual pemujaan setan dan upacara pemanggilan arwah untuk memanggil orang yang sudah meninggal. Mereka suka mempercakapkan tentang hal-hal gaib, supranatural, ilmu hitam dan ilmu sihir, dan bergabung dengan organisasi perkumpulan ilmu gaib.
Mereka kehilangan kendali diri, termasuk berpikiran kacau yang didikte atau dikendalikan oleh roh jahat. Pikiran mereka berbentuk obsesi, fantasi, halusinasi, panik, dan penuh khawatir negatif, dll. Perilaku mereka agresif, anti-sosial, disertai ledakan amarah yang tiba-tiba, dan merusak lingkungan, mengumpat, dan melukai sesama. Mereka mengucapkan kata-kata cabul terhadap agama, yang menunjukkan reaksi anti-agama yang ekstrem yang menjijikkan, termasuk meremehkan kegiatan ibadah & doa, atau mengejek Alkitab dan menghina TUHAN.
Mereka menunjukkan ekspresi psikopat seperti perasaan putus asa yang ekstrem, atau pengalaman kekosongan batin yang mendalam. Mereka mengalami perasaan disosiatif, atau perasaan memiliki lebih dari satu kepribadian. Mereka mendengar suara-suara aneh yang tidak dapat diverifikasi, dan berbicara dalam bahasa asing yang tidak dikenal. Karena itu, mereka cenderung menggunakan Narkoba (Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif berbahaya), berpesta pora, mabuk, dan makan berlebihan.
